20180102_111347

Suasana mediasi dampak pembangunan Apartemen Hundred Residence Diwarnai debat kusir antara kontraktor dan kuasa hukum korban pembangunan. Selasa (2/1/2018).

Surabaya, Pro Rakyat

Kendati telah nyata-nyata merusak rumah warga akibat kelalaian pembangunan, tapi PT Mitra Konstruksi selaku kontraktor dan penanggung jawab pembangunan Apartemen Hundred Residence dijalan Raya Gubeng Nomor 102-106 tetap ngotot tak bersalah dan terkesan cuci tangan.

Kata tak bersalah itu dilontarkan Wahyu Sabhara, Humas PT Mitra Kontruksi saat dilakukan mediasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Surabaya bersama Yenni, Pemilik rumah dijalan Sumatra 121 Surabaya yang menjadi korban dampak pembangunan apartemen tersebut.

Saat dimediasi, Wahyu mengaku jika peristiwa kejadian jatuhnya besi dari lantai 6 itu bukanlah unsur kelalaian, melainkan diluar kendalinya. Sontak keterangannya itu membuat Alexander Arif selaku kuasa hukum Yenni menjadi naik pitam.

“Kalau bencana alam itu baru diluar kendali anda. Ini jelas-jelas ada kelalaian kok anda masih aja tidak mau minta maaf,”kata Alex pada Wahyu Sabhara.

Suasana debat kusir itu akhirnya berhasil diredakan oleh Teguh Sumardijono, Staf DLH Pemkot Surabaya. Teguh meminta agar pihak Pengelolah mau bertanggungjawab atas peristiwa ini.

“Jangan mencari pembenaran, ini sudah terjadi dan buktinya memang ada kelalia dan untung saja tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan bangunan saja, sekarang bagaimana cara anda untuk menyelesaikan masalah ini,”ucap Teguh pada Wahyu, Humas PT Mitra Konstruksi.

Pada Wahyu, Teguh mengaku akan membuat berita acara peristiwa ini dan selanjutnya akan memanggil para pihak, baik owner Apartemen Hundred Residence yakni PT Rodeco Indonesia dan Mitra Konstruksi selaku pengelola. “Tetap akan saya buatkan berita acaranya dan pengelola maupun ownernya akan saya panggil,”ucap Teguh pada para pihak mediasi.

Atas penjelasan itu, Wahyu selaku Humas PT Mitra Konstruksi langsung meminta maaf pada Yenni dan lalu mengecek beberapa kerusakan rumah yang dipakai Yenni untuk kantor.
“Hari ini kami akan perbaiki ya bu,”ucap Wahyu pada Yenni. (Kas)