2017-12-01 18.48.20

Pagelaran Wayang Kulit Membuka Prosesi Peringatan Grebek Maulud Nabi SAW di Madiun, Jum’at (1/12).

Madiun, Pro Rakyat.

Peringatan Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa beda di kota Madiun. Bukan hanya bernuasa nilai religi saja, tapi juga mengedepankan nilai budaya.

Acara rutin peringatan kelahiran Nabi besar umat muslim tersebut ditandai dengan pagelaran wayang kulit, jum’at (24/11) malam. Pagelaran wayang menyuguhkan duet dalang kondang Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto yang ikut meramaikan suasana acara tersebut.

“ Kesenian wayang kulit merupakan budaya yang adi luhung.  Bukan hanya tontonan tetapi juga tuntunan, “ kata Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto,”Jum’at (1/12).

Kesenian wayang kulit, Lanjut Sugeng sarat akan nilai kehidupan. Banyak cerita di dalamnya yang dapat dijadikan pengingat. “Diciptakan Sunan Kalijogo sebagai media dakwah islam. Tak heran, digemari masyarakat,”sambung Sugeng.

Acara tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan Pemkot Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan Dan Olahraga (Disbudparpora).

2017-12-01 18.49.03

Kepala Disbudparpora, Agus Purwowidagdo memamerkan hasil lomba kerjinan Batik

 

Dalam peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 2017 ini, Disbudparpora Pemkot Madiun juga menggelar lomba Adzan, kaligrafi, Qsidah modern SD/MI, lomba gembrung, gema sholawat seribu rebana, hingga hadroh sebagai religi.

“Kami juga menggelar Pameran  usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lokasi pagelaran. Setidaknya terdapat puluhan stand produk unggulan kota pecel. Mulai makanan, aneka kerajinan, hingga batik. Puncak acaranya hari ini dengan ditandai acara kirab gunungan jaler estri dari Masjid Kuno Taman ke Alun-Alun,”terang Kepala Disbudparpora, Agus Purwowidagdo pada Pro Rakyat, Jum’at (1/12).

2017-12-01 18.46.17

Prosesi Gunungan Jaler Estri dan Buceng Pisungsung yang akan diserahkan Ulama pada masyarakat duafa

Acara prosesi  serah terima Gunungan Jaler Estri dan buceng pisungsung di alun–alun kepada Ulama untuk di bacakan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna memohon berkah bagi masyarakat, utamanya Kota Madiun.

Buceng Pisungsung oleh ulama disampaikan kepada Wali Kota Madiun diteruskan kepada 30 warga masyarakat (perwakilan  tiga kecamatan). Buceng Pisungsung tersebut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kota madiun atas berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, Buceng Pisungsung juga diberikan secara merata kepada para pengunjung khususnya 30 warga Duafa. (Toni)