2017-11-21 20.03.17

Surabaya, Pro Rakyat.

Bos Empire Palace, Gunawan Angka Widjaja akhirnya dinyatakan buron oleh Polda Jatim. Penyidik Subdit II Hartabangta Ditreskrimum Polda Jatim resmi mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Gunawan yang ditelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat. Langkah itu dilakukan setelah dua rumahnya digeledah, suami Trisulowati Jusuf alias Chin Chin tidak ada, Selasa (21/11/2017).

Dua rumah yang digeledah petugas adalah di Jalan Pesapen Kali, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan dan Jalan Tidar. Petugas mencari keberadaan Gunawan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, menjelaskan tersangka Gunawan ditetapkan sebagai DPO dengan Nomor DPO/61/X/2017 tertanggal 21 November. “Foto dan data-data Gunawan akan disebar ke seluruh kepolisian di Indonesia,” tandasnya.

Sesuai ciri-ciri umum, tinggi badannya sekitar 165 cm bentuk muka oval, warnu kulit kuning, bentuk tubuh sedang, warna/jenis rambut hitam/lurus, bentuk telinga biasa, bentuk mata biasa dan tanda ciri istimewa adalah mata sering berkedip-kedip. “Masyarakat yang mengetahui keberadaan Gunawan segera melapor ke kepolisian terdekat untuk dilakukan penangkapan,” imbaunya.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel, menegaskan penggeledahan dua rumah hingga dikeluarkannya surat DPO karena tersangka Gunawan mengabaikan tiga kali panggilan penyidik. “Dia tidak kooperatif. Seharusnya Gunawan datang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tuduhannya menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik,” terangnya.

Sebelumnya, Bos Empire Palace yang memiliki paspor dengan nomor A 3019635 ini dicekal oleh penyidik agar tidak bisa bepergian ke luar negeri. Surat pencekalan itu sudah dikirim ke Imigrasi.

Sesuai keterangan yang diperoleh penyidik saat penggeledahan berlangsung, Gunawan tidak berada di Surabaya. “Ia katanya berobat tapi tidak tahu dimana lokasinya. Kami terus mencari sampai Gunawan ketemu,” tandasnya.

Sementara itu, ketika penggeledahan di dua rumah Gunawan mulai pukul 10.00 WIB, Kasubdit II Hardabangta AKBP Yudhistira Midyahwan bersama enam anggotanya memasuki rumah orang tua Gunawan. Tapi tersangka tidak ditemukan.

Persoalan ini mencuat setelah Chin Chin melaporkan Gunawan berdasarkan LPB/101/I/2017/UM/SPKT POLDA JATIM. Dalam laporan itu, Chin Chin juga melaporkan enam orang yang diduga terlibat dalam konspirasi tindak pidana memasukkan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai pasal 266 ayat 1 jo 266 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Laporan itu berawal digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2016.

Beberapa poin keterangan yang diduga palsu yang dimasukan pihak Gunawan Cs ke akta yang dibuat di depan notaris terkait pemecatan Chin Chin sebagai Direktur di PT Blauran Cahaya Mulia (BCN) dan PT Dipta Wimala Bahagia (DWB) dan posisi kepengurusan perseroan diganti oleh enam orang tersebut. (Nur)