IMG-20170929-WA0012Surabaya, Pro Rakyat

Belum usai konflik internal antara Trisulowati alias ChinChin dan suaminya Gunawan Angka Widjaja, pasutri bos Empire Palace ini kini ketiban masalah baru. Belasan orang yang mengaku korban dugaan penipuan penjualan ruko, berencana melaporkan Gunawan dan Chin Chin ke polisi. Bahkan salah satunya telah melaporkan ChinChin ke Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan surat laporan polisi nomor STTLP/8897/B/VII/2016/SPKT/JATIM/RESTABES SBY, tertanggal 19 juli 2016, Soedarmadji melaporkan Trisulowati atas perkara dugaan penipuan.

”Dalam waktu dekat kami akan melaporkan Trisulowati selaku direktur dan Gunawan angka Widjaya selaku komisaris dan Trisulowati sebagai direktur developer property,” ujar Soedarmadji Wibisono, Rabu (27/9) di Surabaya.

Soedarmadji bersama sejumlah orang lainnya mengaku menjadi korban dugaan penipuan penjualan ruko yang ditawarkan Gunawan dan Trisulowati. Menurutnya setelah membuat akta perjanjian jual beli ruko Royal Palace di Waru dan Larangan, Sidoarjo dan di Tangerang pada 2012, mereka dijanjikan serah terima pada Juli 2014.

“Ternyata 2014 juli tidak ada serah terima. Kami mengecek ke Bupati Sidoarjo, ternyata dia (pengembang) baru dapat persetujuan 4 Agustus 2014. Berati sudah 2 tahun lebih janji serah terima,tapi belum dibangun,” paparnya.

Setelah diminta klarifikasi, Gunawan sulit ditemui dan hanya stafnya yang menemui. “Sedangkan Trisulowati meminta kami menunggu proses sengketa mereka (antara Trisulowati dan Gunawan)selesai. Lha itu kan urusan mereka, dan mereka harus memenuhi hak kami sebagai pembeli ruko,” tambahnya.

Lanjut Soedarmadji, banyak pembeli yang sudah melunasi pembayaran tapi Sertifikat,IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan sejumlah surat lainnya tidak diberikan. Nilai ruko itu bermacam-macam antara Rp 600-700 juta. “Jumlah pembeli ruko saya yakin sangat banyak. Namun yang berkumpul ini masih sekitar belasan. Karena kami juga tidak kenal dengan pembeli lainnya,” tukasnya.

Soedarmadji mencontohkan, Jayadi salah satu yang beli 3 ruko di Larangan. Dirinya sudah melunasi pembayaran, PPN sudah bayar, tapi tidak diberikan sertifikat. “tidak diberi sertifikat, bangunan juga belum jadi,” tambah Jayadi.

Sementara Fransiska,mengaku telah membeli ruko di Royal Palace Karawaci seharga Rp 3,1 miliar. “Saya punya semua bukti pembayarannya masuk ke bu Trisulowati dan Gunawan,” katanya. (NUR).