rumpon-aquatec-co-id

Tulungagung-Pro Rakyat

Pelaksanaan pengadaan rumpon dalam lingkungan kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung pada Tahun 2015 lalu diduga syarat penyimpangan dan dugaan mark up. Pasalnya kegiatan yang menyerap anggaran untuk pengadaan rumpon tersebut diduga kuat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 1.175.136.000.

Kepada kru media ini Parlind menjelaskan, hasil survey dan perhitungan Tim Pengawasan Independen DPP KORAK mengindikasikan telah terjadi dugaan markup atau penggelumbungan harga pengadaan rumpun diluar batas kewajaran.

”Penggelumbungan anggaran hasil perhitungan berkisar kurang lebih senilai Rp. 1.175.136.000,” kata Ketua Umum DPP KORAK Parlindungan Sitorus,SH kepada Media Online Pro Rakyat Sabtu (16/08).

Lebih lanjut Parlin menjelaskan, dari temuan pihaknya dilapangan dengan nilai kontrak Rp. 1.775.136.000 CV. Kedaton pada anggaran tahun 2015 hanya menyediakan 12 buah rumpon dengan harga Rp. 147.928.00/rumpon. Berdasarkan keterangan para nelayan dan beberapa nara sumber diketahui rumpon ditanam pada 20-40 mil laut dengan dalam kedalaman 1500 m-2000 m. Bila dikalkulasi harga rumpun pada tahun 2017 dengan tahun 2015 maka perbandingan harga rumpon pada kedalaman tersebut ternyata maximal hanya Rp. 45.000.000. Maka, bila dihitung dengan harga sekarang (Thn 2017) adalah Rp. 50.000.000 termasuk Ppn/Pph dikali 12 unit.

“Maka didapatkan anggaran untuk pengadaan rumpun tahun 2015 hanya senilai Rp. 600. 000.000. Maka patut diduga negara dirugikan sebesar Rp.1.775.136.000 – Rp. 600.000.000 = Rp. 1.175.136,” papar Parlin.

Untuk diketahui, lanjut Parlin, pada tahun 2015 Dinas Kelautan dan Perikan Kabupaten Tulungagung melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Tulungagung telah mengadakan lelang Pengadaan Rumpon. Dari data ULP Tulungagung diketahui sebagai pemenang lelang pada proyek pengadaan Pengadaan Rumpon ini adalah CV. KEDATON dengan nilai penawaran Rp. 1.775.136.000.

“Dari data itu, patut diduga telah terjadi penurunan prosentase yamg tidak normatif. Hal ini dapat dibuktikan nilai HPS sebesar 1.780.992.000 namun dengan penawaran sebesar 1.775.136.000 atau sebesar 0.328 % CV.Kedaton dapat memenangkan proyek ini,”. (tim)