Surabaya, Pro Rakyat
Mutasi pejabat kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kali ini10 pejabat dilantik oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Rabu
(6/9/2017). Ini adalah kali ketiga mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya dilakukan.
Mutasi sebelumnya terjadi pada tanggal 4 dan 18 Agustus silam.
Dari 10 pejabat yang dilantik tersebut, rinciannya berdasarkan eselon, enam orang pejabat
eselon IV A, satu orang pejabat eselon IV B dan tiga orang pejabat eselon III B. Sedangkan
yang mendapat promosi sejumlah 4 orang dan yang dirotasi sejumlah 6 orang.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan, mutasi pejabat ini rutin dilakukan di
lingkungan Pemkot Surabaya. Ada pejabat yang mendapat kenaikan jabatan (promosi) dan
ada pejabat yang digeser/dirotasi dengan pejabat lainnya. Pertimbangannya, demi
melakukan penyegaran. “Ini bukan masalah suka atau tidak suka, tetapi mutasi ini sudah
saya analisa semuanya, karena itu jaga amanat ini dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Meski saya tidak bisa melihat tapi Tuhan yang melihat,” ujar wali kota.
Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mengingatkan bahwa jabatan hanyalah
titipan yang sewaktu-waktu bisa lepas. Karenanya, selagi mendapat amanah jabatan, harus
dimaksimalkan untuk memberikan yang terbaik. Sebab, tidak sedikit orang yang
menginginkan bisa bekerja di Pemkot Surabaya. “Kalau diberi amanah, tolong
dimaksimalkan. Jangan main-main dengan jabatan. Coba disyukuri apa yang dimiliki karena
di luar sana ada banyak (orang) yang sulit nyari kerja,” sambung wali kota.
Wali kota sarat akan prestasi ini menegaskan, prosesi pelantikan di mana pejabat yang
dilantik diambil sumpahnya didampingi rohaniawan, bukanlah tanpa maksud. Namun, itu
mengandung pesan kuat bahwa siapapun yang dilantik harus menyadari, mereka berucap
sumpah jabatan dengan atas nama Tuhan. “Ini pertanggungjawabannya kepada Tuhan,
bukan kepada saya. Karena itu, kita harus lebih mementingkan kepentingan masyarakat
daripada diri sendiri,” sambung wali kota yang semasa muda hobi naik gunung ini.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Diklat (BKD) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi
menambahkan, dari 10 pejabat yang dilantik tersebut, untuk pengangkatan dalam jabatan
struktural, ada 1 orang Kepala Bidang, 2 orang sekretaris kecamatan, 3 orang Kepala Sub
Bagian/Kepala Seksi, 1 orang lurah, 2 orang Kepala Seksi Kecamatan dan 1 orang Kepala
Seksi Kelurahan.
“Intinya 10 orang yang dimutasi ini mengisi jabatan yang sudah ditinggal pensiun oleh
pegawai lama per tanggal 1 September kemarin, salah satunya yang ada di Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan,” ujar Mia.(syid)