Pertemuan PDAM dan DPRD Surabaya Terkesan Tertutup, Ada Apa?

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mazlan Mansyur (kanan) mempertanyakan penurunan laba yang dialami PDAM Surya Sembada Kota Surabaya

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mazlan Mansyur (kanan) mempertanyakan penurunan laba yang dialami PDAM Surya Sembada Kota Surabaya

Surabaya, Pro Rakyat

Perlu penyelidikan serius oleh aparat penegak hukum, indikasi dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sem bada Kota Surabaya. Pasalnya, dalam rapat kerja yang digelar perusahaan PDAM dengan Komisi B DPRD Surabaya, ada penurunan hasil pendapatan tahun 2015. Terungkap, pendapatan PDAM Surabaya pada 2014 sebesar Rp 211 miliar. Sementara, pendapatan PDAM Surabaya pada tahun 2015 menurun menjadi Rp 207 miliar. Pada hal, selama tahun 2015, penambahan jumlah pelanggan baru cukup signifikan, yakni mencapai 10.300 pelanggan.

Hal ini disampaikan, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mazlan Mansyur, menyam paikan bahwa pada tahun 2015, penambahan jumlah pelanggan baru PDAM Surabaya cukup signifikan, yakni mencapai 10.300 pelanggan.

“Padahal di Surabaya ini untuk penghasil air bersih ya hanya PDAM, nggak ada saingan alias monopoli. Maka nya kita kemarin melakukan rapat terbatas dengan PDAM untuk membuka kenapa bisa sampai ada penurunan laba dari audit keuangan tahun 2015,” kata Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mazlan Mansyur. Politisi PKB ini menambah kan, penurunan laba tersebut disebabkan PDAM menent ukan pemenang lelang tender proyek dianggap grusa-grusu sehingga tidak selektif. Pas alnya, banyak proyek yang diti nggal mangkrak oleh kontra ktor, seperti yang terjadi pada proyek reservoir di Tambak Osowilangun.

“Untuk proyek tersebut PDAM sudah memberikan kelonggaran. Artinya dari proyek yang seharusnya bisa rampung selama seratus hari sudah ditambahkan waktu 50 hari ternyata tetap tidak bisa kelar. Berarti_kan memang kont raktornya yang tidak memiliki kapasitas yang mumpuni ,”ungkapnya. Selanjutnya, legislator ini, juga mengkritiki kinerja Badan Pengawas (Bawas) yang kura ng maksimal. Sebab, selama ini tidaka ada peran bawas yang nyata terkait pengawasan keuangan PDAM.

“Kita akan rapat sekali lagi dengan mendatangkan badan pengawas juga. Kali ini akan membahas khusus soal pelaks anaan lelang yang ada. Agar peran badan pengawas juga ada dan nyata,” pungkasnya.

Indikasi dugaan korupsi ini semakin teredus manakala, beberapa waktu lalu  PDAM Su rabaya kedatangan anggota DPRD Surabaya. Pantauan kru media ini di lokasi, PDAM dan DPRD Surabaya, menggelar pertemuan di lantai 4 gedung PDAM Jalan Mayjend Prof Dr Moestopo 2 Surabaya secara tertutup.

Saat, Pro Rakyat hendak meliput pertemuan tersebut, dengan tegas pihak keamanan PDAM Surabaya melarang. Terkesan, rapat kerja tersebut ditutup-tutupi. Kemudian, selang satu jam menunggu akhirnya kru media ini ditemui Sekretaris PDAM Surabaya M Iqbal.

Kepada kru media ini, sekretaris PDAM Surabaya M Iqbal menyampaikan bahwa, Komisi B DPRD Surabaya adalah mitra PDAM. Diakui Iqbal, selama ini pihaknya selalu berhubungan dengan Komisi B mengenai pengelola an BUMD. “DPRD hadir di PDAM untuk mengetahui kinerja PDAM pada tahun 2015,”elak Sekretaris PDAM Surabaya M Iqbal.

Iqbal berdalih, terkait kedatangan anggota dewan di BUMD Kota Surabaya bahwa kebutuhan akan dokumen yang diperlukan bisa cepat terpenuhi. “Kalau rapat disana (DPRD Surabaya-red) kan butuh waktu untuk menyajikan, diharapkan seperti itu,” cetusnya.

Dikonfrimasi terkait apa yang akan dibahas dalam rapat kerja yang digelar oleh PDAM ini, dirinya menegaskan soal evaluasi kinerja PDAM Surya Sembada Kota Surabaya pada 2015. “Bukan kemudian kami yang mengadakan tapi dari beliau-beliaunya, dari DPRD. Kalau hearing kesana juga beberapa kali, kalau memang dibutuhkan harus dikantor karena mungkin terkait kem udahan dalam penyajian data dan seterusnya maka memu ngkinkan. Bukan terencana begitu tidak,” sanggahnya.

Selanjutnya, ketika ditanya mengenai apa yang akan disampaikan DPRD Surabaya dalam rapat kerja tersebut, apakah ada fokus topik ter sendiri? “Ya itu mungkin bapak-bapak anggota DPRD yang memahami. Tapi yang akan kita persiapkan adalah pemaparan tentang kinerja perusahaan,” pungkasnya.

Menurut sumber di DPRD Surabaya, kedatangan wakil rakyat di kantor PDAM guna rapat kerja Komisi B DPRD Surabaya dengan Direksi, Badan Pengawas (Bawas), dan bagian perekonomian PDAM Surabaya. (Agunk/ps)

 

Editor : Parlind’s