Diduga layani pijat plus-plus

panti_pijat-ok

AKBP Shinto (baju hijau) mengintrograsi salah satu pramusaji panti pijat Antika yang disinyalir menyediakan pijat plus-plus.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Polrestabes Surabaya menggrebek panti pijat Antika di Jalan Ngagel Surabaya. Ditengarai panti pijat ini tak hanya melayani pijat tradisional, tapi juga pijat plus-plus, Senin (15/08/2016) pada pukul 15.00 wib.

“Saat polisi melakukan penindakan, di dalam kamar ada tiga tamu yang sedang dilayani oleh para pramusaji dengan layanan plus-plus, yang artinya tidak hanya kebugaran namun mengarah kepada tindakan asusila,” papar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga, Selasa (16/08/2016).

Dari pengembangan, polisi mengamankan Ningsih (51) warga Taman Puspa Sidoarjo yang diduga pengelola panti pijat tersebut. Sedang para korban berinisial JA (33), KK (45), dan HR (39).

“Para tamu memberikan uang Rp 300 ribu, Rp 100 untuk pengelola sedang Rp 200 ribu untuk kepentingan para pramusaji tersebut,” tambahnya.

Dari informasi yang dikantongi polisi, panti pijat tersebut sudah beberapa bulan beroperas. Dalam setiap operasionalnya, panti pijat Antika dilayani oleh enam pramusaji.

Modus yang dilakukan pengelola adalah menawarkan pada tamu untuk tambahan pelayanan, tak hanya pijat namun lainnya. Shinto mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk penindakan lebih lanjut kepada panti pijat Antika.

Dari penggerebekan polisi menyita sebuah handuk warna merah muda dan uang tunai sebesar Rp 900 ribu.

Tersangka dijerat pasal 296 KUHP dan 506 KUHP yaitu mempermudah untuk dilakukannya perbuatan cabu opol dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan, atau pidana denda paling banyak Rp 15.000 dan atau pidana kurungan paling lama setahun.

Penulis: Firman – editor: edbrint