gelar_ungkap2

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya beserta Kanit Reskrim Polsek-polsek menunjukkan barang bukti kejahatan.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Upaya meningkatkan kerja dan fungsi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) benar-benar dilaksanakan dengan cukup baik oleh Polrestabes Surabaya beserta jajarannya. Kali ini gelar ungkap modus kejahatan 3C (curat, curas dan curanmor) dilakukan di halaman Mapolrestabes Surabaya.

Sebanyak 23 Polsek di bawah wilayah hukum Polrestabes Surabaya membawa serta tersangka yang berhasil diamankan di wilayah masing-masing, termasuk pula sejumlah barang bukti kejahatan. Dari 23 Polsek tersebut, ada dua Polsek yang belum memberikan laporan kepada pihak Polrestabes Surabaya, yakni Polsek Wiyung dan Polsek Lakasantri.

gelar_ungkap1

Sebanyak 87 tersangka dan sejumlah barang bukti yang diamankan oleh Polrestabes beserta jajaran Polsek dibawahnya.

Dari data yang ada, jumlah total kejahatan dari tiga modus tersebut sebanyak 103 kasus dengan 87 tersangka, berikut 138 barang bukti kejahatan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Shilitonga menjelaskan kegiatan semacam ini diperlukan untuk memonitor kinerja Polsek, dan kemudian disampaikan kepada masyarakat luas.

“Polrestabes Surabaya beserta jajaran dari Polsek-polsek melakukan gelar rilis kejahatan jalanan dalam kurun waktu 41 hari, dimana kami berhasil mengamankan sebanyak 87 tersangka dari 103 kasus. Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk pertanggung jawaban profesi kepada masyarakat,” terang pria asli Suku Batak ini.

Shinto menambahkan, dari data yang sudah dikumpulkan melalui Polsek-Polsek jumlah kejahatan terbanyak adalah Curat dan Curanmor, dengan angka kasus sama yakni 47 kasus dari 103 kasus yang sudah ditangani.

Shinto menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada pada kejahatan jalanan semacam ini, utamanya pada saat di jalan dan malam hari.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq