Rektor-ITS-Prof-Joni-Herman

Rektor ITS Prof Joni Hermana (ujung kiri) menyambut kedatangan Tim Pimnas ITS.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Untuk kesekian kalinya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuktikan kualitas inovasi mahasiswanya dalam ajang nasional. Kali ini, pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-29 yang berakhir Kamis (11/8/2016) malam di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Meski tahun ini jumlah kontingen cukup minim, hanya berkekuatan 16 tim, namun torehan gelar juara umum ke-4 sukses dikantongi ITS. Tim ini pun telah kembali dan disambut oleh para pimpinan ITS di Gedung Rektorat, Jumat (12/8/2016).

Perhelatan bergengsi tahunan antar mahasiswa se-Indonesia yang dimulai sejak 8 Agustus ini, telah menetapkan Universitas Brawijaya (UB) sebagai juara umum pertama. Berbekal sembilan emas, tujuh perak dan enam perunggu, UB berhasil mempertahankan piala Adhikarta Kertawidya dua kali berturut-turut.
Sedangkan ITS harus puas berada pada posisi keempat dengan perolehan empat emas, lima perak serta dua perunggu. Perolehan tersebut masih berada di bawah Universitas Gadjah Mada (UGM)  di posisi kedua dan Universitas Airlangga (Unair) di posisi ketiga.

UGM memperoleh sembilan emas, lima perak serta enam perunggu. Sedang Unair dengan capaian delapan emas, empat perak dan sebuah perunggu.

Doty-(dua-dari-kanan)

Koordinator tim, Dr Ing Doty Dewi Risanti ST MT (dua kanan) beserta tim Pimnas ITS, bangga menunjukkan medali yang diraihnya.

Koordinator tim Pimnas ITS, Dr Ing Doty Dewi Risanti ST MT mengatakan, capaian ITS pada Pimnas 29 kali ini patut diapresiasi. “Dengan jumlah tim yang secara nominal berada jauh di bawah UB, UGM maupun Unair, ITS tetap mampu bertengger pada peringkat empat besar,” ujar Doty bangga.
Meski telah meraih medali, dosen Jurusan Teknik Fisika ini berpesan kepada tim untuk tidak berhenti berkarya. Ia berharap para mahasiswa mau berbesar hati membagikan ilmunya kepada adik tingkat. “Sehingga regenerasi tetap bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung mengenai akan adanya penghargaan khusus bagi tim yang berhasil menyumbangkan medali untuk ITS.
Dosen yang meraih gelar doktor di RWTH Aachen Jerman itu juga mengungkapkan, saat ini ITS telah berhasil membuktikan bahwa kualitas lebih utama dari pada kuantitas. Meskipun demikian, Doty mengaku saingan ITS di Pimnas tahun ini semakin banyak dan semakin berat.
Merespon hal tersebut, tim Pemenangan ITS kini mulai menggodok strategi baru agar ITS kembali berjaya pada Pimnas 2017 nanti. “Sejak masih berstatus mahasiswa baru, akan kita kenalkan tentang Pimnas. Agar kita punya peluang yang lebih besar untuk menjadi juara umum,” ungkap Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan, Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (LP2KHA) ITS, Dr Darmaji SSi MT, yang turut mendampingi tim.
Darmaji berharap agar pada Pimnas tahun depan, ITS lebih unggul baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Sejak pembuatan proposal akan kita kawal, harapannya proposal yang kita ajukan tahun depan tidak hanya menang jumlah, namun juga menang dalam hal kualitas,” tegas pecinta musik rebana ini mantap.

Penulis: Agunk – editor: eddyrintiq