wirausaha-ok

SURABAYA, Pro Rakyat –

Era globalisasi adalah jaman dimana setiap muda-mudi dituntut untuk memiliki jiwa enterpreneur. Karena dapat menunjang kreativitas diri dalam berwirausaha. Tak sedikit lulusan muda yang menjadi penggangguran. Berwirausaha adalah salah satu solusi untuk membuka pintu rejeki lain.

Jiwa enterpreneur sendiri memang sudah ada dalam diri setiap orang, tergantung bagaimana cara mengembangkannya. Prodi Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya mengadakan Seminar bertajuk “Kiat Sukses menjadi Seorang Enterprenuer” di Auditorium STIE Perbanas, Nginden Semolo, Kamis (11/8/16).

Seminar enterpreneur ini menghadirkan pengusaha sukses Ir H Muhammad Rusli, MMT (Pendiri/Owner kerudung Pasmira) dan Ilham Wahyudi, MEI (Direktur SBC BMT Sidogiri). Keduanya merintis usaha dari nol dengan bermodalkan niat untuk konsen berwirausaha.

Di hadapan peserta, Rusli menjelaskan dalam konteks agama, Islam mengajarkan untuk kaya, maka dari itu perlu adanya usaha. Dia membenarkan bahwa harta adalah salah satu sebab orang hidup bahagia. Namun nyatanya bahwa harta yang dimiliki bukan tidak mungkin mendatangkan sebuah masalah.

“Menjadi seorang wirausahawan, harus benar-benar diniati. Selalu menjadi seorang yang amanah dan fatonah, selain mempunyai cukup skill dan keuletan,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa sesuatu dibangun dari bawah dan menjadi seorang yang istiqomah. Disamping itu, infaq dan sodaqoh juga terus dilakukan meskipun dalam kekurangan.

“Mulailah usaha, meskipun dari bawah, kecil-kecilan. Infaqlah, sodaqoh, sebagai rasa syukur, meskipun kita masih kekurangan,” ulasnya dihadapan hampir 200 peserta seminar yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta kalangan umum.

Rusli menambahkan bahwa semakin lama bergulat di dunia usaha, maka semakin terasah skillnya dan mampu untuk menciptakan strategi baru dalam berbisnis.

Terlepas dari pengalaman Rusli, Ilham lebih terfokus pada penguatan mental dalam berwirausaha. Lelaki kelahiran Jember itu menekankan bahwa setiap orang yang berniat berwirausaha, maka harus memahami resikonya. Seperti yang diketahui pada umumnya, pengahasilan yang didapat pastinya tidak tetap.

“Seorang enterpreneursip harus memahami resiko, dari segi pendapatan yang tidak tentu, prosesnya lama karena tidak instan, juga bertanggung jawab penuh atas segala persoalan yang tiba-tiba muncul,” tegasnya.

Ilham mengungkapkan bahwa berwirausaha tidaklah sulit asal ada kemauan yang kuat. “Asalkan mau belajar, berlatih, bertindak serta yakin akan meraih kesuksesan, maka mental wirausaha itu akan tumbuh dengan sendirinya,” tutupnya.

Penulis: Agunk – editor: eddyrintiq