ganja1

Wakasat Reskoba, Kompol Anton Prasetyo SIK (kiri) dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar (kanan) menunjukkan paket ganja sebagai barang bukti (BB) sindikat, Kamis (11/8/2016).

SURABAYA, Pro Rakyat –

Tujuh pemuda, empat diantaranya pengangguran, berhasil ditangkap Unit Idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya pada tempat dan waktu berbeda. Ke tujuh tersangka, rata-rata berusia 22 tahun tersebut, harus meringkuk di tahanan Polrestabes Surabaya setelah polisi mengamankan mereka bersama barang bukti berupa ganja kering.

Awalnya polisi menangkap Deny (22) warga Bangah Aloha Sidoarjo, Senin (8/8/2016) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari tangan Deny, polisi berhasil mendapatkan delapan paket ganja seberat 21,25 gram. Dari penangkapan ini, polisi melakukan pengembangan. Hasilnya, berhasil diringkus empat tersangka lain, yakni Zein (22) warga Dukun Gersik, Manto (21) warga Bungah Gresik, Dana Septian (22) warga Menganti Gresik, Janu Efendi (22) warga Gunung Anyar Surabaya.

Dari pengembangan ke lima orang tersangka, selanjutnya Selasa (9/8/2016) antara pukul 22.00-03.00 WIB, polisi kembali melakukan pengintaian dan menangkap dua tersangka lain. Kedua warga Waru Sidoarjo ini diduga adalah pemasok ganja tersebut, yakni M. Julianto (22) warga Brebek dan Ahmad Fais (24) warga Wedoro.

ganja2

Para tersangka yang disinyalir adalah sindikat ganja di Surabaya.

Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo SIK, mengatakan terjaringnya sindikat narkoba ini adalah upaya serius Satreskoba Polrestbes Surabaya dalam memberantas peredaran narkoba di kalangan masyarakat.

“Dari laporan masyarakat, kami melakukan pengintaian terhadap tersangka pertama yakni Deny, kemudian kami kembangkan dan menangkap tersangka Zein yang berteman dengan ketiga tersangka lainnya. Hari berikutnya, kami menangkap penyuplai ganja ke tersangka pertama dan kedua, yakni M. Julianto dan Fais,” papar Kompol Anton kepada media.

Tidak berhenti sampai disitu, polisi melalui Unit Idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya bahkan mengantongi satu nama lagi berinisial A, yang sedang dalam pengejaran. Diduga A adalah bandar diatas M Julianto dan Fais.

Dari keterangan tersangka, mereka sudah melakukan transaksi haram tersebut selama 5-6 bulan, hasilnya mereka gunakan untuk bersenang-senang.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq