cabul_gayungan

Karena SMS yang terbaca orangtua korban, tersangka pencabulan Anaz Maksum (wajah ditutupi) harus mendekam di sel Mapolrestabes Surabaya.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur seolah tidak pernah surut. Kali ini unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, kembali menangkap pria paruh baya yang tega mencabuli tetangga kostnya, yakni Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 15 tahun. Tersangkanya adalah Anas Maksum (46) warga kost di Jalan Bambe Dukuh Menanggal Gayungan Surabaya.

Penangkapan itu dilakukan setelah pihak Polrestabes Surabaya menerima laporan dari orang tua korban, yang tidak sengaja membaca short message service (SMS) mesra di handphone korban dari tersangka. Curiga ada yang tidak beres, orang tua korban menanyakan maksud SMS itu pada anaknya. Akhirnya korban mengaku telah dicabuli hingga disetubuhi oleh tersangka.

Kassubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily DJ, menyebutkan bahwa tersangka melakukan aksinya pada saat keadaan kost sedang sepi.

“Pencabulan hingga menyetubuhi korban dilakukan pada saat orang tua korban sedang bekerja, dan tersangka yang juga tinggal bersama istrinya itu nekat menarik korban pada saat korban berjalan melewati kamar tersangka, dan akhirnya tersangka melakukan aksi bejatnya,” ungkap Kompol Lily.

Kompol Lily juga menyampaikan keprihatinan atas maraknya kejadian pencabulan anak di bawah umur. Karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar peduli dengan lingkungan sekitarnya, terutama para orangtua.

“Karena banyaknya kasus pencabulan anak di bawah umur, kami juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua yang memilik anak usia di bawah umur agar selalu memperhatikan perkembangan anaknya. Tujuannya agar anak-anak tersebut tidak menjadi korban dari orang yang berniat jahat,” himbaunya.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq