bakul_sate

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno, menunjukan sisa uang hasil penggelapan kendaraan tersangka Iwan (menutup wajah dengan jari), didampingi Kasubag Humas Kompol Lily Djafar.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Karena tidak mengembalikan motor pinjaman milik teman, Muhammad Iwan (30) warga jalan Dukuh Bulak Banteng Surabaya ini harus berurusan dengan polisi. Pemilik motor yang juga teman pelaku, Nor Cholifah warga Rangkah Gang Buntu II/36 Surabaya, melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya.

Iwan yang sehari-harinya berjual sate di Jakarta ini, ditangkap polisi di depan Rusun Cilincing Blok A Jakarta Utara, Selasa (10/8/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Artinya, itu sudah sepuluh hari dari kejadian penggelapan yang dilaporkan korban.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno, menjelaskan tersangka awalnya meminjam sepeda motor Yamaha NMax nopol L-6947-VY milik korban, dengan alasan untuk mengantar anaknya ke sekolah. Namun hingga sore, bahkan seminggu lebih, sepeda motor tak kunjung dikembalikan ke pemiliknya. Malah pelaku tak tampak batang hidungnya, dan terdengar kabar jika tersangka Iwan telah menjual sepeda motor tersebut seharga Rp 9.600.000.

“Awalnya tersangka ini pinjam kendaraan ke korban, karena ada hubungan pertemanan, maka korban tidak curiga. Setelah ditunggu berhari-hari, pelaku tidak juga mengembalikan, korban akhirnya melapor ke kami,” ujar Wakasat Reskrim baru yang dimiliki Polrestabes Surabaya tersebut.

Dari keterangan pelaku, uang hasil penjualan motor tersebut dibuat untuk membayar hutang dan biaya hidup selama di Jakarta. Pelaku kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan jeratan pasal 372 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dan terancam pidana selama empat tahun penjara.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq