paman

AKBP Shinto Silitonga (baju biru bergaris) bertanya pada Jaelani (baju merah) yang mencabuli keponakannya sendiri selama tiga tahun.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Jaelani (52) warga Jalan Kandangan Surabaya ini menutupi wajahnya lantaran malu. Pasalnya ia telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan yang dilakukan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) yang tidak lain adalah keponakannya sendiri.

Saat dimintai keterangan oleh penyidik, ia mengakui perbuatan bejatnya. Ironisnya, pelaku melakukan pencabulan itu sejak bunga berusia 8 tahun sampai saat ini usianya mencapai 11 tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Selasa (9/8/2016). Shinto menjelaskan bahwa pelaku adalah orang yang memiliki hubungan kekerabatan terhadap korban.

“Kami mendapat laporan pada 28 Juli 2016 lalu, tentang adanya pencabulan terhadap anak di bawah umur. Akhirnya kami mengamankan satu orang tersangka yang masih punya hubungan kekerabatan dengan korban, yakni JLN yang merupakan paman korban,” ujar Shinto

Masih kata shinto, ia menjelaskan kronologis kejadian dimana awalnya pelaku Jaelani yang mengasuh korban sejak kelas 1 SD tersebut, yang tega melakukan aksi bejatnya selama rentan waktu panjang.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan tersebut melakukan aksinya di rumahnya, padahal dia sendiri sedang tinggal bersama istrinya. Ia mengiming-imingi Bunga dengan uang Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000. Selain itu pelaku juga mengancam akan melaporkan korban kepada istrinya jika ia telah mencuri uang, hal itu dilakukan agar korban takut dan mau menuruti nafsu bejat Jaelani.

Shinto juga menghimbau kepada masyarakat luas agar peduli terhadap lingkungan sekitar, sebagai upaya pencegahan agar hal seperti ini tidak terjadi.

“Kami menghimbau kepada lingkungan sekitar masyarakat agar mau peduli terhadap kanan dan kiri, agar hal semacam ini dapat dicegah,” imbau perwira asal Medan ini.

Kepada penyidik Jaelani mengaku khilaf. Meski begitu, bapak dua anak ini tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum. Tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat 1 UURI 35/2014 ,pasal 76 D, pasal 82 UURI No. 35/2014 dan pasal 76 E tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lebih dari 9 tahun penjara.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq