tpu

TPU Ngagel Rejo sering jadi pilihan warga Surabaya untuk memakamkan keluarga yang meninggal.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Persoalan minimnya lahan makam di Kota Surabaya hingga kondisi overload di beberapa tempat pemakaman umum (TPU), membuat gerah anggota DPRD Surabaya. Fakta di lapangan terlihat jelas, satu lubang makam di TPU Ngagel dipakai beberapa kali oleh keluarga maupun kerabat ahli waris. Hal ini membuat TPU penuh sesak.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya menyampaikan permasalahan tersebut saat menggelar hearing dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya. Sampai hari ini, lahan makam yang masih tersedia di TPU Keputih.

Lima tahun kedepan bisa jadi warga Surabaya kesulitan mencari tempat pemakaman, apabila ketersediaan lahan makam hanya ada di TPU Keputih. Karena itu, dewan mendorong Pemkot segera menyediakan lahan baru untuk TPU.

“Masalah ini harus menjadi perhatian khusus pemkot. Jangan sampai ke depannya lahan makam sudah habis. Kasihan warga Surabaya,” ujar anggota Komisi C DPRD Surabaya, Endi Suhadi, Senin (8/8/2016).

Endi mengaku sering mendapat keluhan dari masyarakat soal minimnya lahan TPU. Sehingga, saat ada warga yang meninggal, keluarganya pasti kerepotan mencari lahan TPU.

Seperti, Ketua RT di wilayah Tegalsari, Heri, yang baru saja warganya meninggal mengatakan, kesusahan mencari lahan makam yang kosong, hingga akhirnya menempati makam orang tua dari yang meninggal di TPU Ngagel untuk ditempati kembali. “Jika harus dimakamkan di TPU Keputih, dirinya merasa kejauhan,” keluh Heri.

Hal ini, juga disampaikan Sekretaris Komisi C, Camelia Habiba, jika DKP Kota Surabaya harus melakukan penyediaan lahan makam umum dan terjangkau warga. Artinya, penyediaan makam ini tersebar di Surabaya, tidak terpusat di satu titik.

“Saran saya, kalau akan menyediakan tempat makam, diupayakan dibangun di semua wilayah Surabaya utara, selatan, barat, dan timur. Jadi bukan membangun satu besar. Tapi ada di beberapa titik,” timpal Habiba.

Sementara itu, Kepala DKP Kota Surabaya Chalid Bukhari menjelaskan, lahan makam ini memang sudah kondisi darurat, dan dia mengakui overload di TPU Ngagel , TPU Babat Jerawat, dan TPU Mbah Ratu.

“Ini memang sedang menjadi prioritas DKP ke depan, selain fokus di taman, kebersihan, PJU, dan sebagainya,” terang Chalid.

Penulis: Agunk – editor: eddybrintiq