Batharasurya-Solar-Boat-Pro

Tim Batharasurya Solar Boat Project ITS yang berlaga di Yanagawa Solar Boat Festival 2016.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Akhirnya, tim Batharasurya Solar Boat Project ITS berhasil meraih posisi ke 9 dari 41 peserta, pada cabang slalom di ajang lomba Yanagawa Solar Boat Festival 2016, Fukuoka, Jepang. Ajang internasional yang berlangsung selama dua hari dan berakhir Minggu (7//8/2016) kemarin, diikuti sejumlah peserta dari seluruh negara di Asia.  Tim Batharasurya mengikuti dua cabang lomba sekaligus, yakni circular race dan slalom.

Meski harus menelan pil pahit pada cabang circular race, tim Batharasurya tetap mendapat keberuntungan pada cabang slalom.

“Syukurlah, kami masih bisa berada di posisi sembilan dari 41 peserta yang berlomba,” tutur koordinator manajemen Batharasurya, Sandy Risda Pratama, saat dihubungi melalui pesan online.
Sayangnya, torehan prestasi kali ini masih belum bisa memperbaiki posisi Batharasurya pada laga sejenis tahun lalu. Karena pada gelaran tahun lalu, tim yang beranggotakan sepuluh mahasiswa ini, mampu menduduki peringkat tujuh.

“Tahun lalu kami lebih baik, menempati posisi tujuh pada cabang slalom juga,” ujar mahasiswa jurusan Transportasi Laut angkatan 2012 ini.
Sandy menjelaskan, Batharasurya masih kurang maksimal dalam pengembangan teknologi, utamanya pada sistem elektrik dan propulsi kapal. Meski begitu, banyak sekali pelajaran yang dapat diambil oleh tim untuk persiapan laga tahun depan.

“Berbagai pelajaran seperti kerja keras, kerja sama, adaptasi dengan lingkungan baru dan disiplin tinggi kami dapat di sini,” ungkapnya.
Walau masih belum mampu memperbaiki posisi, Sandy mengaku secara umum desain dan bentuk kedua kapal, Batharakala dan Triton, sudah cukup inovatif. Sehingga tahun depan, tim harus lebih fokus pada pengembangan teknologi motor dan baling-balingnya.
“Tidak perlu berkecil hati karena kami sudah membuktikan bahwa kami adalah tim yang solid dan tangguh. Apa yang sudah dikerjakan harus dilanjutkan dan fokus memperbaiki kekurangan. Tahun depan menjadi ajang pembuktian,” ujar Sandy menyemangati tim.

Untuk diketahui, sebelumnya tim Batharasurya sudah berhasil dalam kualifikasi circular race. Namun tak menjamin tim dengan mudah menaklukkan pertandingan yang digelar pada Minggu kemarin. Batharasurya ‘terjegal’ di perlombaan. Bersaing dengan 41 tim dari seluruh penjuru Asia menjadi tantangan berat bagi tim andalan ITS ini.

“Banyak yang perlu dievaluasi, terutama persiapan tim dan pemilihan sistem elektrik dan propulsi,” terang Sandy lagi.
Sandy menambahkan tim-tim tuan rumah masih mendominasi. Beberapa perusahaan besar yang sudah sangat profesional, seperti Yanmar, masih menjadi pesaing terberat bagi Batharasurya.

“Mereka sudah sangat terkenal di bidang mesin. Jika diibaratkan level kami masih dua, mereka sudah lima,” ucapnya.
Untuk persiapan tahun depan, Batharasurya akan fokus pada pengembangan teknologi motor dan baling-baling. Meski begitu, berbagai dukungan masih tetap membanjiri tim yang digawangi oleh sepuluh mahasiswa yang terbagi atas empat jurusan ini.

“Tak hanya datang dari Indonesia, beberapa panitia dari Jepang pun sangat peduli. Bahkan kami sempat diajak jalan-jalan ke festival tahunan Yanagawa sebelum pertandingan dimulai,” pungkasnya.

Penulis: Agunk – editor: eddybrintiq