Lapas Klas I Medaeng Masih ‘Bebas’ untuk Bandar Narkoba?

bnnp

Kepala BNN Provinsi Jatim, Brigjen Amrin Remico, (ujung kiri) menunjukan sabu-sabu dan sejumlah barang bukti (BB) yang diduga milik tersangka Tolib (baju biru), Senin (8/8/2016).

SURABAYA, Pro Rakyat –

Tertangkapnya Tolib (24) warga Sidotopo Sekolahan Gang 7 Surabaya, oleh unit pemberantasan BNNP Jatim, menyingkap tabir kelam maraknya peredaran narkotika di kalangan masyarakat. Dalam pengakuan tersangka Tolib, dalam menjalankan bisnis haram ini, semua dikendalikan oleh Sinyo yang merupakan tahanan di Lapas kelas I Medaeng Surabaya.

Pengakuan itu dibenarkan oleh Brigjen Amrin Remico selaku kepala BNNP Jatim, yang baru saja dilantik pada 19 Juli 2016 lalu.

“Tersangka ini merupakan anak buah dari saudara Sinyo yang sekarang mendekam di Lapas klas I Medaeng,” ujar mantan kepala BNNP Jateng tersebut, kepada media, Senin (8/8/2016).

Seakan tidak ada jeranya, pemilik bisnis haram tersebut terbilang nekat dengan masih mengendalikan bisnisnya itu dari balik jeruji besi. Padahal, Sinyo yang dimaksud Tolib adalah pelaku kejahatan narkoba yang telah divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, pihak BNNP Jatim justru mempertanyakan proses penjagaan di Lapas Klas I Medaeng itu.

“Harusnya rekan-rekan tanya ke pihak lapas, bagaimana kok bisa ada HP di dalam lapas? Kan ada tiga pintu berlapis yang dijaga ketat oleh mereka,” ujar Amrin.

Amrin menambahkan bahwa pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pihak lapas, tetapi dengan adanya kasus ini pihaknya juga merasa kecolongan. Dalam kesempatan itu juga, ia berjanji akan mengusut tuntas peredaran narkotika yang dikendalikan dalam lapas itu.

“Kami akan melakukan pengembangan dengan mencari nama-nama yang juga adalah anak buah dari Sinyo itu,” imbuhnya.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq