maling_rumah

Komplotan pencuri spesialis rumah kosong (baju merah) dan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (baju kotak-kotak) menunjukkan sejumlah barang bukti (BB) yang digunakan para tersangka, Minggu (7/8//2016).

SURABAYA, Pro Rakyat –

Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya menggerebek sebuah villa yang berada di Pasuruan, Sabtu (6/8/2016) pukul 06.00 WIB. Diduga villa menjadi komplotan maling spesialis rumah kosong. Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan empat orang tersangka. Diduga komplotan ini sering beraksi di kota-kota di Jawa Timur.

“Kami mendapat laporan bahwa ada salah satu villa di Pasuruan yang menjadi tempat persembunyian komplotan pencurian rumah kosong. Mereka sebelumnya pernah beroperasi di wilayah Surabaya,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, kepada media, Minggu (7/8/2016).

Dalam melakukan aksinya, empat orang tersangka masing-masing Nur Arianta (41) asal Sleman Yogyakarta, Supriyadi (55) Bantul Yogyakarta, Andri Wijaya (36) Jakarta, dan Budi Prasetyo (43) saling membagi tugas. Bahkan mereka menggunakan ketapel dengan peluru batu dan kelereng yang digunakan untuk memecahkan kaca rumah, fungsinya adalah untuk mengetahui bahwa rumah itu kosong atau tidak.

“Itu digunakan buat mecahin kaca rumah pak, kalau ada orangnya pasti dia (pemilik rumah,red) akan keluar melihat. Kami tunggu kalau aman baru beroperasi, kalau pemilik rumah keluar, ya kami pergi,” ujar Supriyadi salah satu tersangka yang juga residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2015 itu.

Dalam kasus ini polisi menyita sejumlah barang bukti (BB), diantaranya sebuah mobil Toyota Avansa Nopol B-1782-TZJ sebagai sarana, dua buah ketapel, dua batang linggis, satu set kunci L, beberapa batu dan kelereng sebagai peluru ketapel, empat buah handphone dan satu buah kamera.

Shinto menambahkan, diduga komplotan ini sering beraksi, selain di Surabaya mereka juga melakukannya di Kabupaten/Kota Malang, Jakarta dan beberapa kota lainnya. Salah satunya adalah pencurian rumah milik DR Suryanto MSi, di Jalan Tenggilis Timur II no 20 Surabaya, pada Minggu (19/6/2016) silam.

“Sebelumnya, ada laporan tentang pencurian rumah seorang dosen di Jalan Tenggilis, pelaku berhasil membawa kabur cincin dan beberapa perhiasan, selain itu juga beberapa unit laptop, yang sudah dijual di daerah Jakarta,” imbuhnya.

Ditambahkan para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq