Seluruh peserta Sidang Paripurna DPRD Kota Surabaya saat menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebelum sidang dimulai, Rabu (3/8/2016).

Seluruh peserta Sidang Paripurna DPRD Kota Surabaya saat menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebelum sidang dimulai, Rabu (3/8/2016).

SURABAYA, Pro Rakyat –

Sidang Paripurna Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Surabaya terhadap Raperda tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya tahun 2016-2021, Rabu (3/8/2016) lalu, dibacakan satu persatu fraksi secara berurutan.

Mendapat urutan pertama, Fraksi PDI Perjuangan dibacakan bendahara fraksi, Riswanto. Namun ia tidak membacakan pandangan umum fraksi dengan dalih sesuai tata tertib DPRD Surabaya, fraksi diperbolehkan tidak membacakan fraksi. Karena itu, pandangan umum fraksi partai berlambang banteng moncong putih itu, langsung diberikan kepada pimpinan Sidang Paripurna.

Fraksi Partai Golkar menekankan RPJMD tentang toleransi dan kerukunan umat beragama yang disampaikan oleh sekretaris fraksi, Agoeng Prasodjo.

Sementara, Fraksi HANDAP lebih kepada SDM yang berkualitas, memelihara keamanan dan ketertiban, serta penataan ruang sarana dan prasaran yang ramah lingkungan. Pandangan itu disampaikan Naniek, dari Partai Hanura ini

Selanjutnya, Fraksi PKB diwakili oleh Camelia Habiba yang juga sekretaris fraksi ini menyatakan, jika Fraksi PKB menyayangkan pendistribusian RPJMD yang sangat mepet, dan hanya diberikan waktu hanya sepekan untuk membahasnya.

Pendistribusian RPJMD yang mepet ini, diamini oleh Fraksi PKS dalam penyampaian pandangannya yang dibacakan oleh Achmad Zakaria.

Bak gayung bersambut, kemepetan dokumen RPJMD ini juga disampaikan dalam pandangan Fraksi Gerindra yang dibacakan langsung oleh ketua fraksi, Sutadi. Fraksi ini juga menyoal tentang konsistensi RPJMD dengan RPJMD periode sebelumnya, dan menilai adanya peningkatan angka kemiskinan di Kota Surabaya.

Berbeda dengan Fraksi PAN, fraksi lebih menilai tidak adanya pembangunan dalam konteks agama dalam RPJMD. “Kenapa harus diitinggalkan, padahal agama mempunyai peran penting dalam pembangunan kota,” cetus wakil fraksi PAN bernada tanya.

Fraksi Demokrat mendapat urutan terakhir, dibacakan Elok Cahyani Sunardhi. Fraksi ini menyampaikan tentang berapa nilai dan jenis aset Kota Surabaya, serta program apa yang direncanakan dalam RPJMD lima tahun ke depan dalam menjaga aset-aset tersebut.

Penulis: Agunk – editor: eddybrintiq