perak_adu_ayam

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete (empat dari kiri) menunjukan sejumlah barang bukti (BB) judi sabung ayam di daerah Dukuh Bulak Banteng.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Mudeki (55) warga Dukuh Bulak Banteng Surabaya ini bernasib apes. Pasalnya saat keasyikan bermain sabung ayam, Minggu beberapa waktu silam, pria ini tak sadar kedatangan rombongan aparat dari Polres Pelabuhan tanjung perak.

Mudeki yang tidak lain adalah bandar dari judi sabung ayam di kawasan Bulak Banteng Kuburan ini, tidak berhasil kabur kala sejumlah petugas mengepung lokasi judi sabung ayam. Demian pula teman-teman lainnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete, menyatakan, kegiatan judi sabung ayam ini sangat meresahkan warga, terutama masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Takdir juga mengapresiasi kepedulian masyarakat terkait maraknya penyakit masyarakat ini.

“Kami berterimakasih kepada masyarakat yang langusng melaporkan kegiatan ini kepada kami,” ujar pria asal Makassar ini.

Pada petugas, Mudeki mengaku ia mengoperasionalkan judi sabung ayam selama enam hari dalam seminggu, dan dalam setiap harinya bisa sampai lima kali pertandingan dengan omset mencapai jutaan rupiah perharinya.

Dikatakan Kapolres Takdir, dalam kasus ini petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 25 ekor ayam sabung, satu buah pisau taji, handphone, uang tunai Rp 200.000, dan 21 unit kendaraan bermotor. Barang-barang tersebut diduga milik penjudi yang tengah kabur saat penggrebekan.

“Tersangka juga akan dihadapkan dengan pasal 303 Ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Firman – editor: eddybrintiq