dprd-rpjmd

Suasana Sidang Paripurna terkait RPJMD Kota Surabaya tahun 2015-2021, yang berlangsung Rabu (3/8/2016).

SURABAYA, Pro Rakyat –

Ada hal menarik dalam Sidang Paripurna Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Surabaya terhadap Raperda tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya tahun 2015-2021, Rabu (3/8/2016) kemarin. Dari delapan fraksi yang ada di DPRD Surabaya, hanya fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang tidak membacakan pandangan fraksi terkait Raperda RPJMD tersebut.

Fraksi yang mendapat urutan pertama membacakan pandangan umum ini, beralasan sesuai dengan tata tertib DPRD Surabaya, fraksi diperbolehkan tidak membacakan pandangan fraksi terlebih dulu tentang raperda RPJMD, dan langsung diberikan kepada pimpinan Sidang Paripurna.

Selanjutnya, fraksi yang lain membacakan pandangannya secara bergantian sesuai urutan. Yang pertama Fraksi PDI-P, dilanjutkan Fraksi Partai Golkar, Fraksi Handap, Fraksi PKB, Fraksi PKS, dan Fraksi Gerindra, Fraksi PAN. Sedang yang terakhir giliran Fraksi Partai Demokrat. Sidang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya H. Darmawan SH.

Sementara, dalam Sidang Paripurna itu, hampir seluruh fraksi menyayangkan atas pendistribusian RPJMD Surabaya yang dinilai terlambat dan mepet.

“Kami menyayangkan pendistribusian RPJMD yang sangat terlambat, sedang kita disuruh membahas satu pekan,” kata Sekretaris Fraksi PKB, Camelia Habiba.

Penulis: Agunk – editor: eddybrintiq