tahlil_ok

Mohammad Zahdi (kopyah putih) saat bersama tokoh masyarakat.

SURABAYA, Pro Rakyat –

Ketua Majelis Pembimbing Komisariat (Mabinkom) PMII Perjuangan Dr. Soetomo Surabaya Mohammad Zahdi, menjelaskan hingga saat ini, budaya tahlil bukan hanya unyuk mendoakan orang yang sudah meninggal tapi juga berfungsi sebagai ajang silaturrahmi yang kuat.

“Karena setiap dilakukan tahlil di desa, masyarakat satu desa pasti hadir. Bahkan dari tetangga desa terdekat biasanya juga ikut hadir. Terlepas mereka mengenal atau tidak dengan almarhum, ” tegas Adhi, panggilan akrab Mohammad Zahdi.

Dalam keyakinan masyarakat muslim di kalangan Nahdliyin, tahlil adalah salah satu amalan yang selalu dilaksanakan, terutama saat ada yang meninggal dunia.

“Biasanya setelah tahlil kami beramah tamah untuk saling mengenal lebih jauh. Bahkan tak jarang kita mendiskusikan kebaikan bersama disana,” urai dekan di salah satu Sekolah Tinggi Tarbiyah dan Pondok Pesantren Kecamatan Sreseh, Sampang ini.

Penulis: Agunk – editor: eddybrintiq