Kantor KSP Citra Abadi di Kertoso Kabupaten Nganjuk dan Kepala kantor, Naim (depan).

Kantor KSP Citra Abadi di Kertoso Kabupaten Nganjuk dan Kepala kantor, Naim (depan).

Nganjuk Pro Rakyat

Koperasi adalah suatu badan simpan pinjam yang dibentuk oleh kementerian keuangan negara dengan tujuan membantu dan mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya yang tergolong kelas menengah ke bawah. Ironisnya, di lapangan masih saja ada dijumpai anggota atau nasabah yang menjadi korban akibat ulah oknum pegawai koperasi itu sendiri.

Seperti yang dialami Si, seorang nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Citra Abadi, yang berkantor di kawasan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Kepada prorakyat.co.id yang ditemui di rumahnya, Si menceritakan kejadian yang menimpanya.

Awalnya, Si mengajukan pinjaman sebesar Rp3 juta untuk penambahan modal usahanya pada KSP Citra Abadi, dengan termin pelunasan selama 12 kali angsuran. Angsuran pertama hingga ke enam, berjalan lancar sesuai jadwal pembayaran. Jumlah angsuran yang dilakukan Si senilai Rp1.860.000.

“Namun karena saya mengalami kesulitan keuangan, sehingga angsuran selanjutnya tidak bisa lancar sampai mengalami keterlambatan tiga bulan berjalan dari batas akhir pelunasan,” ujar Si kepada prorakyat.co.id.

Di saat Si memiliki uang dan bermaksud melakukan pelunasan, muncul permasalahan. Si kaget bukan kepalang. Karena pihak KSP Citra Abadi meminta pembayaran pelunasan sebesar Rp3.750.000. Si hanya bisa tertunduk lesu dengan angka yang ditunjukkan pihak KSP Citra Abadi, lantaran uang yang dibawanya tidak mencukupi untuk pelunasan pinjamannya.

Terpisah, Kepala kantor KSP Citra Abadi, Naim, menyatakan jika besaran nilai tersebut adalah jumlah total angsuran dan denda keterlambatan 0,5 persen perhari dari jumlah angsuran.

“Nilai itu untuk pembayaran enam kali angsuran dan denda keterlambatan,” ujar Naim, saat ditemui di kantornya.

Terkait denda 0,5 persen perhari, apakah tertuang dalam peraturan menteri koperasi?

“Memang itu peraturan yang dibuat KSP Citra Abadi,” kelit Naim.

Lantas timbul pertanyaan, apakah keberadaan KSP bisa membantu masyarakat yang notabene nasabahnya dari himpitan ekonomi? Kalau kejadian naas yang menimpa Si tersebut justru menjeratnya dari belenggu hutang.

Oleh: Sony – Editor: eddybrintiq