Kasat Reskrtim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto (baju putih) bersama kedua tersangka penggelapan pasangan pasangan suami istri Octaviani Candrasari dan Septian Hervianto

Kasat Reskrtim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto (baju putih) bersama kedua tersangka penggelapan pasangan pasangan suami istri Octaviani Candrasari dan Septian Hervianto

Surabaya, Pro Rakyat

Berawal dari sebuah laporan oleh perusahaan pelayaran yang berkantor pusat di Jakarta, setelah mengaudit kantor cabangnya yang ada di Surabaya mereka menemukan kerugian perusahaan sebesar sepuluh milyar rupiah. Menindak lanjuti laporan tersebut pihak penyidik reskrim polrestabes Surabaya melakukan pengembangan kasus dan menetapkan dua tersangka yaitu pasangan suami istri bernama Octaviani Candrasari SE dan suaminya Septian Hervianto.

“Betul ada sebuah laporan dari peusahaan tersebut, yang melaporkan hasil audit kantor cabangnya di Surabaya dan akhirnya penyidik berhasil menetapkan dua tersangka utama yaitu pasangan suami istri berinisial OC dan SH”, terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto

Modus pelaku adalah dengan menyalahgunakan jabatannya dalam kegiatan ekspor-impor di PT perusahaan pelayaran di Surabaya. Salah satunya adalah memalsukan invoice dan beberapa cara lainnya.

“Sehingga dalam kurun waktu lebih dari satu tahun melakukan penggelapan dalam jabatan dan menggunakan uang-uang tersebut ubtuk membuka usaha baru milik pribadi,” ungkap AKBP Shinto. (Firman)

Editor : Parlind’S