Jalan Dusun Campurasri II

Jalan Dusun Campurasri II

Ngawi, Pro Rakyat

Sesuai Undang – Undang Republik Indonesia Nomer 06 tahun 2014 tentang Desa dan peraturan pelaksanaannya sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomer 43 tahun 2014, pembangunan Desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi local, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Desa Campurasri Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi yang terbagi tiga Dusun diantaranya Dusun Campurasri I, Dusun Campurasri II dan Dusun Dungwaluh yang masyarakatnya mayoritas buruh tani. Menurut keterangan  Ketua Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) Darno bahwa Desa Campurasri lnl mempunyai luas wilayah 418,260 Ha dan jumlah penduduknya 3353 jiwa dapat glontoran dana pembangunan Desa yang direncanakan untuk infrastruktur Tembok Penahan Tanah ( TPT ), pembangunan gedung TK, pembuatan sumur dalam untuk pertanian, rabat di tiga Dusun dan perbaikan saluran tersier menghabiskan Dana Desa sebesar Rp. 604.000.000 juta.

Dengan diterimanya Dana Desa ( DD ) dan Alokasi Dana Desa ( ADD ) tersebut Desa Campurasri dalam menjalankan infatruktur tentunya tidak lepas dari peran masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dan disesuaikan kebutuhan dana dalam melaksanakan pembangunan.Menurut keterangan warga Dusun Campurasri ll Sukirno (59) dengan dibangunya Talud Penahan Tanah (TPT) jalan yang mehubungkan tiap Dusun biar tidakmudah gerak dapat dilalui dengan kendaraan dan tidak becek lagi

Talut/Tembok Penahan Tanah (TPT) juga disebut dinding Penahan Tanah merupakan komponen struktur bangunan penting utama untuk jalan dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan tanah yang memiliki elevasi berbeda. Secara singkat dinding penahan merupakan dinding yang dibangun untuk menahan massa diatas struktur atau bangunan yang di buat. Bangunan dinding penahan umumnya terbuat dari bahan kayu,pasangan batu,beton hingga baja.Untuk dapat memperkirakan dan menghitung kestabilan dinding penahan tanah diperlukan menghitung tekanan kearah samping (lateral).Karena massa tanah berupa butiran,maka saat menerima tegangan normal baik akibat beban yang di terima tanah maupun akibat berat kolom tanah diatas kedalaman atau juga tanah yang kita tinjau,akan menyebabkan tekanan tanah ke tegak lurus atau samping.

Sedangakan menurut keterangan SUPARJI Sekretaris Desa “kita harus mencermati peraturan menteri Desa Nomor 5 tahun 2015 tentang penetapan prioritas penggunaan Dana Desa (DD) dan kami menggandeng tim pelaksana juga konsultan teknik saudara Hariyanto yang telah kami tunjuk melalui musyawarah desa”. Juga ditambahkan Dana Desa yang kami terima digunakan untuk Talud/Tembok Penahan Tanah (TPT) guna mempertahankan tanah biar tidak gerak jelasnya. ( Adv/ Reza )