Ilustrasi

Ilustrasi

Nganjuk, Pro Rakyat

Kepala Desa (Kades) adalah orang terpandang dan tentunya panutan di masyarakat. Tapi apa boleh buat, latar belakang bukan jaminan seorang Kades tidak melakukan tindakan asusila atau melanggar hukum. Terbukti, beberapa waktu lalu, Kades Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, tertangkap basah oleh warga dan Polsek Bagor sedang berduaan dikamar hotel Agro SMKN2 Bagor. Parahnya lagi, teman selingkuhnya adalah isteri seorang Kamituwo.

Informasi yang berhasil dihimpun Pro Rakyat, perbuatan asusila ini berawal saat istri Kamituwo Try Wahyu Ariani yang pekerjaan sehari-harinya sebagai bidan di puskesmas desa Putren mengikuti pelatihan di hotel Agro yang diadakan dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk. Try Wahyu Ariani menempati kamar hotel 108.

Kesempatan ini dimanfaatkan, Kedes Putren Nidi untuk menemui kekasih gelapnya ini. Sekitar jam 10.30 Wib Kedes Putren Nidi menemui Try Wahyu Ariani di kamar 108 hotel Agro. Kepada resepsionis, Nidi mengaku anaknya sedang sakit dan harus mendapatkan perawatan dari sang bidan desa ini.

Tanpa disadari oleh kedua insan yang berlainan jenis ini, perbuatan asusila mereka diketahui warga. Lalu warga ini melapor ke Polsek Bagor. Menerima laporan dari warga, beberapa anggota Polsek Bagor langsung menuju lokasi. Saat digrebek, beberapa anggota Polsek dan warga menemukan Kades Putren Nidi sedang berduaan dengan sang bidan desa di kamar 108 hotel Agro.

Beberapa warga desa ditemui kru media ini mengaku telah mencium adanya dugaan perselingkuhan sang Kades dengan istri Kamitowo desa mereka. “Susah untuk dibuktikan kalau tidak pada saat melakukan hubungan. Makanya warga tidak berani bertindak apalagi dia seorang Kepala Desa,” kata salah seorang warga yang tak ingin namanya dimediakan.

“Tapi namanya perselingkuhan suatu saat pasti akan kebongkar juga,” celutuk warga desa Putren yang geram atas perilaku Kadesnya. (sn)